PSLD UB Selenggarakan Rangkaian SMPD secara Online

Kota Malang—Pusat Studi dan Layanan Disabilitas Universitas Brawijaya (PSLD UB) kembali menyelenggarakan Seleksi Mandiri Penyandang Disabilitas (SMPD). Tahun ini, SMPD dilaksanakan secara online di semua rangkaiannya, mulai dari proses pendaftaran, seleksi administrasi, hingga wawancara.

Penyelenggaraan SMPD secara online memang menemui tantangan-tantangan baru. Namun di sisi lain, proses tersebut juga menguntungkan peserta seleksi yang berdomisili di luar Jawa Timur.

Sebagaimana seleksi offline, seleksi online juga disediakan berbagai layanan aksesibilitas. Layanan aksesibilitas yang disediakan secara online adalah keterbacaan formulir dan bahan tes oleh pembaca layar (screen reader), penerjemah bahasa isyarat, dan notetaker.

Ketua PSLD UB, Zubaidah Ningsih AS., Ph.D., menyatakan bahwa PSLD tetap berkomintmen memberikan layanan terbaik dalam penerimaan mahasiswa baru dengan disabilitas sebagaimana SMPD tahun sebelumnya yang diselenggarakan secara offline.

“Kita tentu harus tetap menyesuaikan apa yang bisa diselenggarakan secara daring sebagaimana kita mendorong penyelenggaraan SMPD yang aksesibel secara luring,” ucapnya.

Di waktu yang lain, Ziadatul Hikmiah, M.Sc. sebagai ketua panitia SMPD UB 2020 menyebutkan bahwa peserta yang sudah mendaftar sangat beragam, baik dari segi ragam disabilitas atau jenis kelamin.

“Jumlah pendaftar saat ini mencapai empat puluhan orang. Dari segi disabilitas dan jenis kelamin mereka sangat beragam, demikian pula asal daerah peserta,” ungkapnya.

Rencananya, hasil seleksi SMPD UB 2020 akan diumumkan pada 4 September 2020 setelah semua tahap seleksi, mulai dari seleksi administrasi hingga wawancara dengan ketua program studi atau jurusan, rampung.