Introduction

Inovasi Layanan KAMI SETARA Berhasil Lolos Top 99 KIPP Kementrian PANRB, Wakili Kemendikbudristek

Inovasi Layanan KAMI SETARA Berhasil Lolos Top 99 KIPP Kementrian PANRB, Wakili Kemendikbudristek

Universitas Brawijaya melalui Pusat Studi dan Layanan Disabilitas (PSLD) mewakili Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi mempresentasikan inovasi layanan publik. Inovasi yang dipresentasikan adalah KAMI SETARA (KAMpus Inklusif Semua Tak BerjaRAk) yang dilombakan pada ajang Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) tahun 2021, yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

Sebelum tahapan presentasi di hadapan panelis independen berlangsung, Universitas Brawijaya melalui PSLD UB telah terseleksi secara administrasi dan berhasil memenangi dalam kategori Top 99 proposal inovasi pelayanan publik tahun 2021. Artinya dari 1.458 proposal yang masuk dari kelompok umum yang bersaing di lingkungan kementerian/lembaga, pemerintah daerah, BUMN, dan BUMD, PSLD UB berhasil masuk pada top 99 dan satu-satunya unit di bawah Kemendikbudristek yang mewakili kompetisi bergengsi tersebut.

Kepercayaan ini dijaga dengan sungguh-sungguh dengan wujud konkret mengerahkan segenap ikhtiar dalam presentasi yang dihadiri oleh Tim Panel Independen (TPI) KIPP 2021, di antaranya adalah JB Kristiadi selaku ketua TPI, Prof. Dr. R. Siti Zuhro, M.A (LIPI), Prof. Dr. Eko Prasojo, Mag.rer.publ (FISIP UI). Harapannya Universitas Brawijaya melalui program inovasi KAMI SETARA akan menjadi salah satu pemenang Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik tahun 2021.

Proses presentasi dilakukan secara daring melalui zoom dan disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube Sinovik Kementerian PANRB pada hari Rabu (30/06/2021) pukul 09.30-10.00 WIB. Dalam presentasi tersebut, pihak Kemendikbudristek diwakili oleh Prof. Ainun Na’im, Ph.D. (Plt. Sekjen Kemendikbudristek) dari pihak Universitas Brawijaya disampaikan langsung oleh Prof. Dr. Ir. Nuhfil Hanani AR., M.S. (rektor Universitas Brawijaya) dan Zubaidah Ningsih AS, Ph.D. (ketua PSLD UB), Wawan Sobari, S.IP, M.A., Ph.D (Bidang Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik), dan pengurus PSLD serta tenaga ahli/profesional PSLD, yang bertempat di Gedung Layanan Bersama Lt. 3 LP3M UB dengan tetap menjalankan protokol kesehatan secara ketat.

Dalam proses presentasi tersebut, Universitas Brawijaya memaparkan layanan-layanan yang sudah diberikan kepada mahasiswa disabilitas, di antaranya adalah layanan pendampingan akademik di kelas, layanan konseling khusus untuk teman-teman disabilitas, layanan tutorial dan layanan aksesibilitas digital.

Selain layanan akademik, Universitas Brawijaya melalui PSLD UB juga memaparkan kajian-kajian yang telah diinisiasi dan dikembangkan dalam pelbagai bidang terapan untuk membantu mahasiswa penyangdang disabilitas, misalnya, aplikasi enablink, aplikasi layanan bahasa isyarat, dan lain sebagainya. PSLD UB juga menunjukkan penghargaan yang telah didapatkan di antaranya dari Zero Project yang diselenggarakan oleh ESSL Foundation bekerja sama dengan PBB di Wina, Austria pada Februari tahun 2020 lalu, yakni kategori best practices yang telah memberi kesempatan bagi siswa penyandang disabilitas untuk bisa masuk ke perguruan tinggi melalu jalur khusus Seleksi Mandiri Penyandang Disabilitas (SMPD) sejak tahun 2012.

Sementara itu, PSLD juga melakukan kerja sama dengan pelbagai sektor untuk mengkampanyekan kebijakan dan layanan yang inklusif di antaranya adalah Universitas, Rumah Sakit, Pengadilan Agama, Perguruan Tinggi, Sekolah, dan lain sebagainya.

Dalam sesi tanya jawab dan komentar, Tim Panel Independen (TPI) memberikan respon positif. Hal itu dilihat dari penekanan dari TPI terhadap pentingnya program inovasi ini untuk direplika dan dikembangkan lebih lanjut di perguruan tinggi di tanah air.

Harapannya melalui program inovasi ini dapat memberikan dampak positif terhadap teman-teman penyandang disabilitas yang ingin melanjutkan sekolah ke jenjang perguruan tinggi dan menguatkan isu inklusifitas pada semua ranah dan sektor. Dengan demikian, melalui program inovasi ini penyandang disabilitas tidak hanya setara, tetapi juga berdaya.

Recent Posts