PSLD UB | Seeding Inclusion for a Just Future!

Introduction

(Indonesia) UB Inisiasi Transportasi Publik Inklusif Dalam Kampus

(Indonesia) UB Inisiasi Transportasi Publik Inklusif Dalam Kampus

Sorry, this entry is only available in Indonesian. For the sake of viewer convenience, the content is shown below in the alternative language. You may click the link to switch the active language.

Universitas Brawijaya berupaya untuk terus melakukan penyempurnaan terhadap layanan kepada mahasiswa penyandang disabilitas sebagai bagian dari komitmen keterselenggaraan pendidikan inklusif di perguruan tinggi. Kamis, 14 Februari 2019, “Sarasehan Transportasi Publik bagi Penyandang Disabilitas dan Serah Terima Mobil Difabel” dilaksanakan. Kepada Slamet Thohari, S.Fil., MA., Plt. Ketua PSLD UB, Wakil Rektor I Prof. Dr. drh. Aulanni’am, DES. secara simbolis menyerahkan mobil yang dapat digunakan oleh mahasiswa penyandang disabilitas di areal kampus UB.

Slamet Thohari menyampaikan, mobil difabel ini sudah diiniasi sejak lama. “Dan ini pertama kali di Indonesia, ada universitas yang menyediakan mobil khusus yang sudah dimodifikasi untuk penyandang disabilitas,” Slamet menyampaikan.

Di momen yang sama sebelum penyerahan mobil secara simbolis, Prof. Aulanni’am menyampaikan rasa gembiranya. “Ini menurut Mas Amex pertama di Indonesia. Kita mulai dari sini untuk menumbuhkan kesadaran dan praktik pendidikan yang inklusif,” Kata Prof. Aulanni’am yang hadir mewakili Rektor Universitas Brawijaya yang berhalangan hadir.

Spesifikasi Mobil

Sugiono, Ph.D., Dosen Fakultas Teknik Universitas Brawijaya, menjelaskan signifikansi inklusivitas transportasi publik bagi penyandang disabilitas. Dalam pemaparannya, Sugiono yang merupakan konseptor mobil inklusif di Universitas Brawijaya mengatakan bahwa keterbukaan sarana publik bagi semua orang sangat penting. “Karena ini menjadi tonggak dari mobilitas sosial secara fisik,” kata Sugiono.

Ia bersama timnya dari Fakultas Teknik Universitas Brawijaya menyusun mobil yang ergonomis bagi penyandang disabilitas di Universitas Brawijaya. “Ini juga dapat digunakan oleh orang tua, ibu hamil, dan orang dengan kebutuhan khusus lainnya,” tutupnya.