(Indonesia) PSLD UB Mulai Rekrutmen Pendamping dengan Pelatihan Bahasa Isyarat

Sorry, this entry is only available in Indonesian. For the sake of viewer convenience, the content is shown below in the alternative language. You may click the link to switch the active language.

Rieka Aprillia, memberikan materi pelatihan Bahasa Isyarat di hadapan calon pendamping baru, 17/3.

Malang – Dalam rangka meningkatkan kualitas dan manajemen pendampingan kepada mahasiswa penyandang disabilitas di Universitas Brawijaya, Pusat Studi dan Layanan Disabilitas kembali menindaklanjuti rekrutmen pendamping. Kali ini, proses rekrutmen dimulai langsung dengan pelatihan bahasa isyarat bagi calon pendamping baru di Rumah Layanan Disabilitas Universitas Brawijaya hari ini, 17 Maret 2018.

Menurut Alies Poetri Lintangsari, Kepala Bidang Pendampingan PSLD UB, proses rekrutmen ini berbeda dengan periode sebelumnya, “Kami memang berencana mengubah sistem rekrutmen dengan cara menyeleksi pendamping baru sambil lalu,” ucapnya dalam sambutan kepada calon pendamping baru.

Calon pendamping baru yang terdaftar untuk periode pertama 2018 ini berjumlah lebih dari 50 orang. Meski demikian, kehadiran calon pendamping baru pada pelatihan tersebut tidak memenuhi angka penuh sesuai yang terdaftar melalui formulir online. Namun, pelatihan tetap berlangsung tanpa hambatan.

“Bagi pendamping baru, akan ada semacam awalan atau percobaan untuk mendampingi selama satu bulan. Jika nanti ada kesepakatan antara teman-teman semua dengan kami dari PSLD, boleh dilanjutkan dengan penandatangan kontrak.,” lanjut Lintang dalam penjelasannya.

Pelatihan bahasa isyarat selanjutnya digawangi oleh Rieka Aprillia, mahasiswi FEB UB, sebagai pemateri dan Yanda Sinaga sebagai penerjemah. Di hadapan para peserta pelatihan, Rieka memberikan materi tentang dasar-dasar bahasa isyarat, mulai dari huruf per huruf hingga beberapa ungkapan yang familiar. Selain itu, ia menyampaikan metode tertentu dalam belajar bahasa isyarat.