(Indonesia) Calon Volunteer Membludak, Mayoritas Mahasiswi

Sorry, this entry is only available in Indonesian. For the sake of viewer convenience, the content is shown below in the alternative language. You may click the link to switch the active language.

Kota Malang–Sejak bulan lalu PSLD UB kembali membuka rekrutmen volunteer mahasiswa dengan disabilitas. Dengan durasi yang terhitung lebih singkat daripada rekrutmen sebelumnya, pendaftar mencapai 150 orang lebih dan didominasi oleh mahasiswi. Hari ini, Sabtu, 4 Mei 2019, pelatihan disability awareness untuk calon volunteer baru diselenggarakan demi pemahaman yang mumpuni untuk terus mendorong keterbukaan di Universitas Brawijaya bagi penyandang disabilitas.

Diselenggarakan di Ruang Pertemuan Lt. 8 Rektorat Universitas Brawijaya, peserta datang dan memenuhi jadwal sebagaimana yang direncanakan panitia. Pelatihan untuk hari pertama adalah Disability Awareness, yaitu mengenalkan volunteer baru dengan isu-isu disabilitas secara umum dan apa saja prinsip-prinsip yang harus dipahami dan dipegang untuk mencapai inklusi.

Tommy Hari Firmanda, staf di Pusat Studi dan Layanan Disabilitas Universitas Brawijaya, bersama dengan Ziadatul Hikmiah, dosen Jurusan Psikologi FISIP UB, menyampaikan materia Disability Awareness ini kepada peserta. Dengan pemaparan yang lengkap, peserta sempat menanggapi dan memberikan pertanyaan terkait materi tersebut di sesi tanya jawab.

“Jadi ini juga tergantung bagaimana cara kita dan lingkungan memahami apa itu disabilitas. Dalam sudut pandang model sosial ini, sudah jelas bahwa keterhambatan itu tergantung lingkungan kita tinggal,” ungkap Tommy.

Praktik Pendampingan
Selain pemaparan di dalam ruangan, peserta juga mendapatkan latihan praktik mendampingi mahasiswa dengan disabilitas. Dengan dibagi ke empat kelompok untuk empat pos, masing-masing peserta akhirnya mendapatkan giliran untuk mempraktikkan cara-cara pendampingan.

Empat pos tersebut adalah pos tunadaksa, pos tunanetra, pos tunagrahita, dan pos Tuli. Dibantu oleh beberapa volunteer senior PSLD UB, peserta lebih bisa tergambar bagaimana secara praktis pendampingan dilakukan.

“Saya jadi tahu kalau yang dimaksud peduli itu pun ada caranya. Hehehe,” ungkap salah seorang peserta saat praktik latihan sudah usai. Di hari berikutnya, peserta juga akan diberi pelatihan Bahasa Isyarat Dasar sebagai prasyarat untuk diakui sebagai volunteer resmi PSLD UB.