(Indonesia) Belmawa Ristek Dikti Monitor dan Evaluasi Hibah Inovasi Pembelajaran

Sorry, this entry is only available in Indonesian. For the sake of viewer convenience, the content is shown below in the alternative language. You may click the link to switch the active language.

Kota Malang–Perwakilan Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Belmawa Dikti) Republik Indonesia berkunjung ke Pusat Studi dan Layanan Disabilitas Universitas Brawijaya dalam rangka memonitoring dan mengevaluasi hasil Hibah Inovasi Pembelajaran Khusus pada hari Selasa, 6 November 2018, di Ruang Pertemuan Lt. 4 Gedung Layanan Bersama UB.

https://www.instagram.com/p/Bp0vgpPB28z/

PSLD UB sebagai penyelenggara dan pelaksana Inovasi Pembelajaran Khusus menyambut kehadiran perwakilan dari Belmawa Dikti tersebut, Hartini Nara dan Afrilia Dwi Lestari. Keduanya disambut oleh Alies Poetri Lintang sari sebagai koordinator penyelenggara dan tim Inovasi Pembelajaran Khusus di Universitas Brawijaya. Ir. Achmad Wicaksono, M.Eng., Ph.D., Ketua LP3M UB, turut menyambut kehadiran mereka dan memberi sambutan di kegiatan monitoring dan evaluasi ini.

Ir. Wicaksono dalam sambutannya menegaskan bahwa selama ini Universitas Brawijaya berkomitmen untuk terus memperbaiki kualitas layanan dan aksesibilitas bagi semua orang. “Sejak lama PSLD UB, yang saat ini berada di bawal LP3M UB secara kelembagaan, telah mengawal penyelenggaraan pendidikan inklusif di kampus ini,” ucapnya.

Disambung langsung oleh Sekretaris PSLD UB, Slamet Thohari, S.Fil., MA., ia menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian penting dalam usaha untuk terus menemukan formula yang baik terkait pendidikan inklusif. “Saya ucapkan terima kasih kepada Dikti karena program ini juga menjadi satu tahapan untuk merumuskan layanan dan riset yang lebih baik,” ucapnya.

Setelah penyampaian sambutan, Alies Poetri Lintangsari mempresentasikan hasil sementara dari Inovasi Pembelajaran Khusus. Tim yang ia pimpin turut hadir untuk memberikan tambahan informasi mengenai keterselenggaraan kegiatan yang telah berlangsung lebih dari satu bulan ini. Lintang, begitu ia akrab dipanggil, menceritakan dengan detail proses-proses penyelenggaran dan dokumentasi yang telah dihasilkan.

“Cara menghadapi mahasiswa dengan disabilitas ini tentunya berbeda-beda, tergantung pada ragam disabilitas apa yang mereka miliki,” ungkapnya. Perwakilan dari Belmawa Dikti melalui Hartini Nara memberikan komentar terkait keseluruhan laporan sementara kegiatan tersebut.

“Ada beberapa hal yang memang perlu diperhatikan, terutama terkait dengan substansi RPP dan RPS. Ini sekedar contoh ya, dan akan menjadi percontohan pada kampus lain di Indonesia,” tanggap Hartini Nara terkait laporan tersebut. Pada sesi pemutaran video dokumentasi, ia juga menambahkan, “Sudah cukup bagus secara pencahayaan. Ini tinggal diselesaikan yang belum saja,” komentarnya terkait salah satu video yang diputar di layar. Sayangnya, pada saat pemutaran video, ada kesalahan teknis yang menyebabkan suara dari komputer tidak dapat disambungkan dengan sound system yang ada.