PSLD Universitas Brawijaya Gerilya Mahasiswa Difabel

Malang – Program Pusat Studi dan Layanan Disabilitas (PSLD) Universitas Brawijaya Malang terus “bergerilya” mencari calon mahasiswa difabel ke beberapa Sekolah Luar Biasa (SLB) dan Yayasan Penyandang Anak Cacat di berbagai daerah.

Ketua PSLD Universitas Brawijaya (UB) Fadillah Putra, Kamis mengatakan, dari kuota yang disediakan untuk calon mahasiswa difabel sebanyak 20-25 kursi tersebut, baru terisi 12 kursi.

“Karena belum terpenuhinya kuota ini, kami secara kontinyu harus jemput bola ke sekolah-sekolah luar biasa (SLB) maupun Yayasan Penyandang Anak Cacat (YPAC) di berbagai daerah. Ternyata banyak SLB maupun yayasan yang tidak tahu adanya jalur khusus difabel di UB,” tukasnya.

Meski proses tes tulis melalui Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) sudah selesai, lanjutnya, pendaftaran untuk mahasiswa difabel tersebut masih dibuka dan akan ditutup 21 Juni mendatang.

Oleh karena itu, katanya, pihaknya terus bergerilya ke SLB-SLB maupun YPAC agar mereka tahu bahwa UB menerima mahasiswa penyandang difabel dan mereka juga segera mendaftarkan diri.

Ia mengakui, untuk memenuhi kuota 20-25 mahasiswa difabel tersebut memang tidak mudah, namun PSLD akan terus proaktif “bergerilya” ke SLB, YPAC atau SMA yang memiliki siswa difabel.

Untuk memenuhi kuota 20-25 mahasiswa tersebut, kata Fadillah, pihaknya melakukan seleksi sendiri. Jika memenuhi persyaratan, maka mereka bisa kuliah di UB dan diupayakan bisa mendapatkan beasiswa secara penuh.

Lebih lanjut Fadillah mengatakan, selama ini akses bagi penyandang cacat memang sangat minim, apalagi untuk menempuh pendidikan jenjang perguruan tinggi.

Bahkan, sampai sekarang pun persentase penyandang cacat yang melanjutkan pendidikan tingginya baru mencapai 0,05 persen dari seluruh jumlah mahasiswa di Tanah Air.

“Kami berharap ke depan tidak ada diskriminasi lagi terhadap para penyandang cacat ini. Kalau mereka mampu kenapa tidak kita fasilitasi dalam menyelesaikan pendidikan tingginya,” tegas Fadillah.(*)

Posted in:

One Comment

  1. saya lulusan SMK Teknik komputer tahun 2017 penyandang tuna daksa. Niat untuk kuliah masih ragu Karena jurusan yg akan saya jejaki/lanjutkan apa menerima saya atau tidak. baru mengetahui kalau UB menerima penyandang disabilitas hampir disemua jurusan. Tapi sudah ditutup ya? Semoga tahun depan bisa melanjutkan kuliah
    Terimakasih infonya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *