PSLD UB DAN FORMAH-PK ADAKAN WORKSHOP NASIONAL “Inclusive Education For Person With Disability”

MALANG – Kurangnya perhatian serta kesadaran akan perlunya pendidikan inklusi bagi semua golongan termasuk bagi Penyandang Difabel menjadi perhatian khusus bagi beberapa kalangan akademisi serta mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Brawijaya, hal ini di kemukakan pada saat Workshop Nasional yang bertemakan Inclusive Education For Person With Disability , acara ini diselenggarakan Jumat 24 Mei 2013 dan dihadiri lebih dari 160 peserta dari berbagai regional, seperti Kalimantan,Jogja,bandung dan Jakarta .

” Ada 2 hal yang menjadi sorotan utama dalam Diskusi ini, yang Pertama ialah perihal Infrastruktur yang sulit di akses oleh Penyadang Difabel , dimana masih banyak tangga yang tidak dilengkapi oleh Ramp dan Trotoar kampus yang rasanya tidak mungkin untuk di akses oleh pengguna kursi roda, yang kedua ialah masalah kurikulum dan metode mengajar, penyesuaian kurikulum dan metode mengajar diperlukan bagi Penyandang Difabel terutama Tuna Netra, penggunaan AudioBook menjadi solusi , diharapkan kedepannya tiap instansi pendidikan sudah menerapkan metode mengajar yang inklusif sehingga hak-hak bagi para penyandang difabel tidak lagi terabaikan, apalagi pendidikan merupakan hal yang vital bagi kemajuan bangsa ” Ujar Robby Tejamukti Kusuma, Mahasiswa FH-UB dalam acara Workshop tersebut.

PSLD UB dan SIGAB Jogja

Materi yang diberikan oleh Dr. Hj. Idayu Astuti, M.Pd selaku pengawas sekolah inklusif Diknas Kota Malang yang meliputi penjelasan tentang pendidikan inklusif dan konsepan dari “Kampus ramah terhadap difabel” memberi siraman ilmu pengetahuan yang baru bagi para peserta yang hadir, yang mayoritas jarang berinteraksi dengan para penyandang difabel. “Stop Discrimination For Person With Disability menjadi jargon dalam acara ini sebagai bentuk perlawanan terhadap maraknya diskriminasi di dunia pendidikan terhadap penyandang difabel.

“Kami siap bekerjasama dengan PSLD UB dan teman-teman LSM SIGAB dan menjadi tonggak terdepan dalam perubahan serta memberi kontribusi positif terhadap dunia disabilitas khususnya pendidikan” ujar Ramhad Syafaat Habibie selaku Ketua Umum dari FORMAH-PK Fakultas Hukum Universitas Brawijaya. Indonesia sudah meratifikasi Konvensi atas hak-hak Penyandang Difabel (CRPD) dimana didalamnya disebutkan bahwa pendidikan inklusif merupakan hak bagi semua, termasuk penyandang disabilitas.

Hasil dari diskusi ini akan disampaikan ke Dinas Pendidikan Kota Malang (DISPENDIK Malang) dengan harapan pengawasan lebih intensif terhadap pendidikan di Kota Malang demi mewujudkan pendidikan yang iklusif lebih terpantau dan pemenuhan amanat konstitusi tentang hak atas pendidikan dapat terpenuhi dengan baik tanpa adanya diskriminasi terhadap Penyandang Difabel.

Stop Discrimination For Person With Disability

.