Pelatihan Kesadaran Disabilitas (Disability Awareness)

Pendamping mahasiswa (volunteer) adalah bagian terpenting dalam pelayanan Pusat Studi dan Layanan Disabilitas Universitas Brawijaya (PSLD UB). Kegiatan pendampingan tidak dapat dilepaskan dari kualitas para pendamping. Untuk itu, Pusat Studi dan Layanan Disabilitas mengadakan pelatihan disability awareness yang dilaksanakan pada tanggal 7-8 September 2013. Kegiatan ini merupakan program rutin dari Divisi Pengembangan Sumber Daya Manusia, yang diawaki oleh Ilhamuddin, S.Psi, M.A dan Alies Putri Lintangsari, S.S. Pelatihan ini bertujuan untuk menanamkan kesadaran disabilitas (disability awareness) dan melatih bahasa isyarat. Kegiatan ini diperuntukkan bagi seluruh pendamping PSLD UB, khususnya pendamping baru.
Sesuai dengan kebutuhannya, PSLD UB selalu mengadakan rekrutmen pendamping pada setiap tahun ajaran baru. Dua tugas utama pendamping adalah mendampingi dan memberikan tutorial, maka pendamping diutamakan dari jurusan yang sama dengan mahasiswa penyandang disabilitas, selain itu, pendamping juga harus mampu berkomunikasi dengan mahasiswa penyandang disabilitas, terutama mahasiswa tunarungu. Sebanyak dua puluh delapan pendamping mengikuti pelatihan disability awareness yang terdiri dari dua sesi, yang pertama sesi penyampaian materi dan yang kedua sesi praktek. Penyampaian materi meliputi profil dan sejarah PSLD UB yang disampaikan oleh Ir.Agustina Shinta, M.P, dan kesadaran disabilitas (disability awareness) yang disampaiakan oleh Ulfah Fatmala Rizky. Materi kesadaran disabilitas terdiri dari etika dan tata cara dalam mendampingi atau membantu tunanetra, tunadaksa, autis, dan tunarungu.
Setelah mendapatkan semua teori, para pendamping mempraktekan semua materi yang didapat. Dimulai dengan praktek bahasa isyarat yang dilatih oleh seorang mahasiswa tunarungu UB, Fikri Muhandis. Serta dibantu oleh dua pendamping PSLD UB Tahun rekrutmen 2012, Rafida Riahta dan Andreanus Abadi. Sebagai permulaan, seluruh peserta pelatihan berlatih alfabet dengan menggunakan isyarat satu tangan, lalu berlatih kata-kata dasar menggunakan bahasa isyarat, dan terkahir berkomunikasi langsung dengan mahasiswa tunarungu. Antusiasme seluruh peserta pelatihan untuk mempelajari bahasa isyarat, membuat suasana pelatihan semakin menarik. Bahasa isyarat merupakan hal yang baru bagi para pendamping PSLD UB tahun rekrutmen 2013. Walaupun sudah sehari penuh para pendamping berlatih bahasa isyarat, tetapi mereka tidak sedikitpun terlihat lelah, karena para pendamping sadar bahwa bahasa isyarat merupakan hal yang penting dan harus dikuasai oleh seluruh pendamping sehingga dapat memperlancar proses pendampingan. Semangat para pendamping dalam berlatih bahasa isyarat semakin bertambah, ketika di hari kedua pelatihan, mereka bertemu dengan mahasiswa penyandang disabilitas yang akan mereka dampingi. Sesi ini juga merupakan salah satu cara yang dilakukan PSLD UB untuk membangun komunikasi antara pendamping dengan mahasiswa penyandang disabilitas yang akan didampingi, sehingga ketika perkuliahan berlangsung mahasiswa dan pendamping sudah saling kenal.

Pendamping dan Mahasiswa tuli berlatih bahasa isyarat

Pendamping dan Mahasiswa tuli berlatih bahasa isyarat

Pendamping PSLD UB sedang menyimak materi pelatihan

Pendamping PSLD UB sedang menyimak materi pelatihan

Sesi Pelatihan Bahasa Isyarat

Sesi Pelatihan Bahasa Isyarat

Setelah pelatihan bahasa isyarat, para pendamping juga berlatih mendorong kursi roda. Latihan ini meliputi mendorong kursi roda menggunakan ramp dan tangga, serta mendorong kursi roda masuk ke dalam kelas dan kamar mandi. Dalam latihan ini para pendamping saling berpasangan, satu orang menjadi pengguna kursi roda dan satu orang lainnya menjadi pendamping. Dengan latihan berpasangan seperti ini, para pendamping dapat merasakan kekhawatiran pengguna kursi roda, jika kursi roda yang digunakan tidak didorong dengan baik dan benar. Dengan cara seperti ini para pendamping dapat selalu memperhatikan keamanan dan kenyamanan pengguna kursi roda yang didampinginya.
Para pendamping pun diajak merasakan bagaimana rasanya menjadi tunanetra. Melalui sesi motivasi yang disampaikan oleh Ilhamuddin, S.Psi, M.A, selain merasakan menjadi tunanetra, para pendamping juga mendapatkan motivasi untuk menjadi pendamping mahasiswa penyandang disabilitas di Universitas Brawijaya. Sehingga semangat para pendamping semakin bertambah. Pelatihan yang dilakukan selama dua hari ini menjadi bekal yang sangat penting dan dibutuhkan oelh para pendamping, karena merekalah yang akan menjadi pendamping mahasiswa penyandang disabilitas di UB dan juga sebagai barisan terdepan pelayanan PSLD UB.

Sesi Motivasi oleh Bpk.Ilhammudin, S.Psi, M.A

Sesi Motivasi oleh Bpk.Ilhammudin, S.Psi, M.A

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *