Mahasiswa difabel bisa kuliah di Universitas Brawijaya

Malang (ANTARA News) – Para mahasiswa difabel bisa kuliah di Universitas Brawijaya (UB) melalui program Pusat Studi dan Layanan Disabilitas (PSLD) kampus setempat.

Ketua PSLD UB Fadillah Putra, Rabu, menyatakan, kuota untuk calon mahasiswa difabel tersebut memang tidak banyak, yakni hanya 20 orang untuk 20 program studi.

“Diberikannya kuota khusus bagi mahasiswa difabel ini memang dilakukan secara sengaja, bukan karena kebetulan ada peserta difabel yang lolos Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN),” katanya menegaskan.

Ia mengakui, untuk memenuhi kuota 20 mahasiswa difabel tersebut memang tidak mudah, namun PSLG akan terus proaktif “gerilya” ke SLB, yayasan pembina penyandang anak cacat (YPAC) atau SMA yang memiliki siswa difabel.

Untuk memenuhi kuota 20 mahasiswa tersebut, lanjutnya, pihaknya juga melakukan seleksi sendiri. Jika memenuhi persyaratan, maka mereka bisa kuliah di UB dan diharapkan juga bisa mendapatkan beasiswa.

Lebih lanjut Fadillah mengatakan, selama ini akses bagi penyandang cacat memang sangat minim, apalagi untuk menempuh pendidikan jenjang perguruan tinggi.

Bahkan, sampai sekarang persentase penyandang cacat yang melanjutkan pendidikan tingginya baru mencapai 0,05 persen dari seluruh jumlah mahasiswa di Tanah Air.

Sementara di Malang, sampai sekarang perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta juga tidak punya data terkait berapa penyandang cacat yang menempuh pendidikan tinggi. Itu artinya, perhatian terhadap para penyandang cacat masih sangat minim.

“Kami berharap ke depan tidak ada diskriminasi lagi terhadap para penyandang cacat ini. Kalau mereka mampu kenapa tidak kita fasilitasi dalam menyelesaikan pendidikan tingginya,” tegas Fadillah.
(E009)

Posted in:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *