Menu Tutup

Tingkatkan Kemampuan Penulisan Akademik Mahasiswa, PSLD UB Selenggarakan Workshop

Suasana pelaksanaan Workshop Penulisan Akademik di Meeting Room Gedung Layanan Bersama Universitas Brawijaya pada Selasa, 4 September 2018.

Kota Malang—Demi meningkatkan kemampuan mahasiswa difabel di Universitas Brawijaya, Pusat Studi dan Layanan Disabilitas (PSLD UB) melaksanakan Workshop Penulisan Akademik bagi Mahasiswa Difabel. Workshop ini dikhususkan bagi mereka yang sedang menempuh atau menyelesaikan tugas akhir, skripsi, dan laporan magang.

Dimulai pada jam 08.30 WIB di Meeting Room Lantai 4 Gedung Layanan Bersama Universitas Brawijaya, Selasa, 4 September 2018, workshop tersebut berlangsung hingga jam 13.30 WIB di hari yang sama. Kegiatan ini memuat dasar-dasar penulisan akademik mulai dari bentuk, tahapan, metode, dan rincian-rincian lainnya yang berkaitan dengan kaidah keilmiahan.

Wahyu Widodo, Koordinator Bidang Tutorial PSLD UB, membuka kegiatan dengan memberikan pengantar dan tujuan pelaksanaan workshop. Fadillah Putra, Ketua PSLD UB, juga turut menyambut dan menyemangati peserta workshop.

“Kita semua sama. Mahasiswa pada umumnya juga ada yang berprestasi sebagaimana mahasiswa difabel yang berprestasi. Mahasiswa difabel yang tiba-tiba tidak bersemangat kuliah juga ada sebagaimana mahasiswa pada umumnya di Universitas Brawijaya. Jadi kita bisa karena kita mau,” Ucap ketua PSLD UB dalam sambutannya tersebut.

Dibagi ke Empat Sesi

Peserta yang terdiri dari mahasiswa difabel di jenjang semester akhir sangat antusias mengikuti jalannya kegiatan. Pertanyaan yang menyertai setiap materi berhubungan langsung dengan hal-hal yang mereka hadapi di skripsi, tugas akhir, dan laporan magang.

“Apa bedanya kutipan langsung dengan parafrasa?” Begitulah Acan bertanya. Mahasiswa Ilmu Perpustakaan Fakultas Ilmu Administrasi ini cukup aktif mengutarakan pertanyaannya.

Dengan dipandu oleh Nurjannah, Ph.D., pada sesi pertama disampaikan banyak hal terkait struktur penulisan. Nurjannah, dosen Fakultas Matematika IPA, sangat menekankan pentingnya pertanyaan penelitian (research question). “Dari sana (rumusan pertanyaan) kita bisa memulai dan mengakhiri penelitian,” tegasnya.

Di sesi selanjutnya, Sugiono, Ph.D. dan Zubaidah Ningsih, Ph.D. berturut-turut memberikan materi yang berhubungan dengan pengutipan, penulisan referensi, rujukan dan akses jurnal, dan prinsip-prinsip penulisan akademik.

“Penulisan rujukan juga bermacam-macam, jadi ikuti saja panduan penulisan sesuai yang digunakan oleh universitas,” ucap Zubaidah mengenalkan keragaman cara penulisan daftar pustaka dan rujukan. Ia juga mencontohkan disertasi yang ia tulis di bidang Kimia di Australia.

Di akhir kegiatan, dengan dipandu oleh tutor dari PSLD UB, mahasiswa diperkenalkan pada tutor dan cara-cara yang dapat mereka tempuh dalam usaha menyelesaikan tugas akhir dan skripsi. Formulir terkait tutorial selanjutnya juga dibagikan dan diisi oleh mahasiswa penyandang disabilitas untuk memudahkan pemantauan dan kebutuhan yang harus disediakan bagi mereka.

Page Reader Press Enter to Read Page Content Out Loud Press Enter to Pause or Restart Reading Page Content Out Loud Press Enter to Stop Reading Page Content Out Loud Screen Reader Support