Unit Layanan Disabilitas Universitas Lambung Mangkurat Kunjungi PSLD UB

Kota Malang—Jum’at, 27 September 2019, Unit Layanan Disabilitas Universitas Lambung Mangkurat (ULD ULM) mengunjungi Pusat Studi dan Layanan Disabilitas Universitas Brawijaya. Rombongan tiba di Lt. 4 Gedung Layanan Bersama Universitas Brawijaya pada jam 08.58 WIB. Rombongan ini berjumlah 12 orang yang terdiri dari jajaran rektor Universitas Lambung Mangkurat (ULM), direktur perpustakaan, dan ketua dan pengurus unit layanan terkait.

Wakil Rektor 4 UB, Prof. Dr. Ir. Moch. Sasmito Djati, MS. bersama Ketua dan Sekretaris PSLD UB, Zubaidah Ningsih AS., Ph.D. dan Slamet Thohari, MA menyambut kehadiran tamu pengunjung yang hendak berbagi mengenai praktik pendidikan inklusif di perguruan tinggi. Dari ULM, Wakil Rektor 1 Dr. H. Aminuddin Prahatama Putra, M.Pd. memberikan sambutan mewakili rombongan.

Dalam sambutannya, Prof. Sasmito Djati menyampaikan bahwa perjalanan menjadi kampus yang inklusif bagi penyandang disabilitas merupakan agenda besar pemanusiaan manusia.

“Di sini, di UB, memang bukan ukuran yang sempurna mengenai kampus inklusif, namun usaha mencapainya sedang dan terus dilakukan,” ucapnya.

Wakil Rektor 1 ULM, Dr. Amin, menyampaikan harapannya untuk saling belajar mengenai pengalaman yang selama ini dilakukan baik oleh UB maupun ULM.

“Kami harap dapat banyak belajar dari proses yang telah dan sedang dilakukan terkait pendidikan dan kampus yang terbuka pada penyandang disabilitas,” harapnya.

Berbagi Pengalaman Kampus Inklusif

Setelah sambutan dari kedua belah pihak, ketua dan sekretaris PSLD UB terlebih dahulu menyampaikan berbagai pengalaman yang selama ini dilakukan di UB dalam mengakomodir hak-hak penyandang disabilitas di tingkat perguruan tinggi.

Dalam pemaparannya, Zubaidah Ningsih menjelaskan dua aspek utama PSLD UB, yaitu riset dan layanan. Sekretaris PSLD UB, Slamet Thohari, menambahi penjelasan-penjelasan tersebut mulai dari hak penyandang disabilitas hingga strategi penyelenggaraan pendidikan inklusif.

“Ada aturan-aturan yang selama ini tidak sepenuhnya dilaksanakan. Padahal itu sudah diatur baik di Undang-Undang maupun Peraturan Menteri,” jelas Slamet.

Beberapa perwakilan ULM, mulai dari dosen, staf, hingga volunteer yang mengikuti rombongan ini melakukan tanya jawab interaktif terkait beberapa hal yang spesifik, yaitu mengenai strategi layanan dan bagaimana menghadapi keragaman jenis disabilitas dalam pembelajaran di perguruan tinggi. Staf PSLD UB dan mahasiswa penyandang disabilitas yang turut hadir di kegiatan tersebut juga terlibat dalam dialog tersebut ketika berkaitan dengan mereka.

Setelah kegiatan di Lt. 4 Gedung Layanan Bersama UB, para perwakilan ULM juga mengunjungi Rumah Layanan Disabilitas UB dan berbincang dengan mahasiswa yang kebetulan berada di sana.