Maksimalkan Layanan Pendampingan, PSLD UB Launching Enablink

Berita

Untuk mempermudah dan memperlancar penjadwalan layanan dan pendampingan kepada mahasiswa penyandang disabilitas di Universitas Brawijaya, sejak tahun lalu PSLD UB mengembangkan aplikasi yang dinamai Enablink.

Pengembangan aplikasi ini bekerja sama dengan alumni dan mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya. Meskipun masih dalam tahap pengembangan dan penambahan berbagai fitur, aplikasi ini telah dapat digunakan oleh mahasiswa difabel dan volunteer di UB.

Hari ini, 31 Agustus 2019, bersamaan dengan baru dimulainya perkuliahan di UB, mahasiswa dan volunteer mengikuti launching dan sosialisasi untuk memudahkan mereka dalam menggunakan Enablink.

Dalam sambutannya, Alies Poetri Lintangsari, M.Li., Koordinator Bidang Pendampingan di PSLD UB, menjelaskan bahwa aplikasi ini masih dalam tahap pengembangan dan akan digunakan secara internal di Universitas Brawijaya.

“Jadi, untuk awal ini kita masih terbatas di UB dalam penggunaannya. Penggunanya adalah mahasiswa dengan disabilitas dan volunteer agar memudahkan proses penjadwalan dan pendampingan,” ucapnya.

Selain launching, PSLD UB juga menghadirkan developer Enablink yang juga merupakan alumni dan mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya. Hadirin yang merupakan mahasiwa difabel dan volunteer langsung mempraktikkan penggunaannya.

Developer Enablink, Muhammad Syaifuddin, juga merupakan alumni FILKOM UB yang pernah melakukan penelitian mengenai pendampingan di PSLD UB. Ia memberikan arahan dan tutorial kepada mahasiswa difabel dan volunteer untuk mendaftarkan diri mereka di sistem.

“Saya sangat berharap, Enablink dan PSLD UB nanti dapat meluaskan penggunanya. Tentu dengan pengujian terlebih dahulu sehingga aplikasi ini layak digunakan di berbagai kampus di Indonesia,” harapnya.

Avatar
Mahalli
Studying Economic Sociology, Environmental Sociology, and Social Inequality