Disability Awareness Diikuti Lebih dari 100 Mahasiswa

Berita

Kota Malang–Sejak pengumuman rekrutmen volunteer PSLD UB pada November 2019, pendaftar membludak hingga lebih dari 150 mahasiswa. Rekrutmen volunteer yang ditujukan untuk mahasiswa non-penyandang disabilitas di UB ini memang menarik minat banyak mahasiswa. Bahkan ada beberapa mahasiswa dari luar UB menyatakan minat untuk turut bergabung.

Dari 156 pendaftar, konfirmasi kehadiran ke Disability Awareness Training mencapai 120 orang. Sisanya berhalangan hadir karena aktivitas akademik lain yang bersamaan dengan jadwal training yang diselenggarakan pada 29 Februari 2020 di Gedung Kebudayaan Mahasiswa (GKM) Universitas Brawijaya. Meski demikian, pendaftar ini masih memiliki kesempatan untuk mengikuti disability awareness di periode berikutnya.

Dalam disability awareness periode ini, peserta mendapatkan materi sebagaimana pelatihan untuk volunteer sebelumnya, yaitu cara pandang mengenai disabilitas, cara mendampingi mahasiswa penyandang disabilitas di kegiatan akademik, dan sekaligus praktiknya yang dibagi ke dalam empat ragam pos.

Empat pos tersebut menyesuaikan ragam disabilitas pada umumnya di UB, yaitu Pos Tuli, Pos Daksa, Pos Mental, dan Pos Netra. Peserta yang berjumlah lebih dari 100 orang tersebut dibagi menjadi beberapa kelompok yang harus bergiliran melalui semua pos. Dengan demikian, peserta dapat mengikuti praktik pendampingan di pos-pos tersebut.

Fasya Hariyuda Pratama, mahasiswa Tuli di UB, bertugas memfasilitasi peserta di Pos Tuli. Bersama dengan Krishna Sekar Larasati, yang juga mahasiswa Tuli, ia memandu peserta satu persatu mengenai deaf awareness dan bahasa isyarat dasar.

“Saya berharap, pelatihan ini dapat membuat peserta terbiasa dengan mahasiswa difabel di UB,” isyarat Fasya sebagaimana diterjemahkan oleh Rachmawati Ayu Kuswoyo, staf tutorial PSLD UB.

Di pos yang lain, Alies Poetri Lintangsari dan Ziadatul Hikmiah memberi pengarahan pada peserta di Pos Mental. Sedangkan di Pos Netra difasilitasi oleh Tommy Hari Firmanda dan I Made Wikandana. Di Pos Daksa, Rizky Tri Sulistyo, Intan Syarifah dan Ello Kusuma memandu peserta.

“Mereka juga akan menjadi agen perubahan di kelas, di fakultas, atau di tingkat universitas di UB ini,” harap Wikan, mahasiswa tunanetra Jurusan Hubungan Internasional UB.

Avatar
Mahalli
Studying Economic Sociology, Environmental Sociology, and Social Inequality